translate this blog

Income From WEBSITE - BLOG

Wednesday, August 11, 2010

Bentar Lagi Hadir Pusat Perbelanjaan NAGA di Bekasi Utara

Menurut omongan para orang-orang yang tinggal di sekitar sana, katanya sudah dibangun gudang sekaligus Pusat Perbelanjaan NAGA yang telah terkenal ditempat lain seperti di sekitar Stasiun Kranji, yang konon katanya harganya cukup miring dibanding di Mall lainnya

Selamat Datang ya NAGA (Lokasi dekat POM Bensin) atau Masjid

Berkat NAGA pada penduduk sekitar banyak pilihan untuk berbelanja

Telah Hadir Giant Wisma Asri

Berita yang sangat menggembirakan,

Sudah sekitar 1 tahun yang lalu di Wisma Asri telah hadir GIANT dan tentunya menambah semarak ramainya di kota bekasi utara terumata Wisma Asri dan Sekitarnya. Walaupun nambah macet rasanya, tapi penambahan fasilitas perbelanjaan ini sangat menguntungkan. Selain para penduduk gak usah jauh-jauh ke Giant di sekitar MM, juga arena ini dijadikan hiburan tersendiri para penduduk setempat, terutama yang datang dari kampung sekitar.

Terima kasih Giant Telah Datang

Monday, June 11, 2007

Temen satu kantor di Asri Juga

Pada waktu aku memutuskan untuk membeli rumah di TWA pada pertengahan tahun 1992, sebenarnya aku tidak mengetahui kalo di TWA sudah ada temen kantor yang lebih dulu tinggal di sini yaitu Pak Wagiman (udah pindah di KP PBB Karawang) dan Pak Alexander Zulkarnaen (sekarang di Irbid VII). Waktu aku mau KPR di TWA dikasih tau sama temen yang waktu itu di Inspektur Anggaran namanya Mbak Tursinah, katanya saudaranya kerja di pengembang waktu itu, yang akhirnya dengan uang muka Rp4juta waktu itu nyarinya aja dengan susah payah. Selanjutnya setelah aku tempati awal tahun 1993 baru diketahui ada beberapa orang yang tinggal di satu komplek, yaitu: Bapak Wagiman yang tinggal di blok yang rada dalam kalo gak salah di blok R/S/T (sekarang sudah pindah di KP PBB Cikarang yang sebelumnya KPPBB Bekasi), dan ternyata bertetangga dengan Bapak Alexander Zulkarnaen (udah haji lho) yang sekarang sudah pindah di Blok P yang kebetulan satu RW dengan saya (RW-32). Kemudian ada juga yang tinggal di Blok M yaitu Bpk Djojo Sudjaja mantan Korkel Irbid I yang sekarang sudah pensiun tapi sebelum pensiun sudah kawin lagi setelah isterinya wafat beberapa bulan sebelumnya dan udah haji juga.

Friday, June 8, 2007

Beli Rumah yang Lebih Besar

Setelah tinggal di blok O-36/39 yang mempunyai luas tanah 84m2 dan bangunan 36m2, dan juga setelah dilakukan renovasi menyeluruh sehingga sekarang tidak ada yang tersisa lagi (outdoor=carport dan teras), rasa-rasanya kok terasa sempit dan sumpek dengan satu isteri dan tiga anak satu ponakan (yang mbantu-2). Indoor terdiri dari 2 kamar tidur ukuran 3x3 dan 3x2,5, 1 kamar pembantu 2,5x1, 1 kamar tamu 2,5x2, ruang keluarga, ruang tamu, dapur dan ruang makan. Ada juga dak atas hanya untuk tampungan air dan jemuran kurang lebih 3x3. Melihat set ruangan tersebut sebenarnya sudah cukup untuk sebuah keluarga kecil.

Tapi setelah dipikir-2 ternyata kesumpekan ini perlu juga dicarikan jalan keluar berupa mencari rumah baru yang lebih besar. Tapi sudah cari sana sini, sudah beberapa tahun, akhirnya ketemu juga rumah lama yang tidak ditinggali sama pemiliknya pada bulan puasa tahun 2005. Wah kebeneran nih, kebetulan tipe 70/144, di satu komplek juga tepatnya di Blok M (dekat pintu gerbang TWA), karena harganya murah dan terjangkau serta setelah rembugan dengan isteri, maka akhirnya terjadilah pembelian rumah tua tersebut dengan harga Rp68juta sudah termasuk segala biaya dan pajak-2.

Sebenarnya, sebelum memutuskan beli rumah di Blok M ini ada tawaran menarik di komplek yang sama di Blok A tipe 54/135 tapi lokasinya rada di dalam harganyapun murah juga dan terjangkau yaitu Rp58juta (sudah termasuk segala biaya dan pajak-2). Padahal sudah ketemuan sama pemilik rumah sudah 2x, tapi mungkin karena belum jodoh akhirnya tidak terjadi ahad. Yang akhirnya beberapa bulan kemudian mendapat rumah di Blok M tersebut.

Karena sempat kosong beberapa lama, akhirnya sempat ditungguin sama saudara dan keluarganya lebih kurang 10 bulan, karena ada sesuatu hal akhirnya aku kontrakkan satu tahun belakangan ini.

Aku maunya sih segera melakukan renovasi besar-besaran, dan segera pindah di tempat yang baru. Tapi entah kenapa belum ada waktu yang cocok dan pas buat renov rumah tersebut.

Sampai sekarang masih terbengkalai, dan rencananya akan dikontrakkan kembali.

Adik Iparku Tinggal Satu Komplek

Setelah beberapa tahun tinggal di TWA, adik kandung isteriku (adik iparku)yang ragil namanya Catur Agus Widhiarto yang saat itu numpang tinggal di tempatku, akhirnya memutuskan mencari rumah juga di TWA melalui lelang di BTN Kranji Bekasi. Sebelumnya juga menempuh pendidikan di Prodip III Spesialisasi Bea dan Cukai selama 3 tahun dan tinggal kost dekat Kampus "The Yellow Jacket" Jurangmangu dekat Bintaro. Setelah penempatan di Jakarta (KP DJBC) yang seharusnya di Entikong (Kalimantan) karena beberapa hal, untuk sementara tinggal bersama keluargaku. Berangkat ke KP DJBC yang di By Pass A. Yani, naik sepeda motor, begitu juga aku ke KP Depkeu (Lap Banteng) juga naik motor. Selain hemat juga lebih cepat nyampai. Sebelum akhirnya menempuh DIV STAN, iparku memutuskan menikah dulu dengan orang Jakarta peranakan Jawa sebut aja namanya "TUTI" yang tinggal di Halim Perdanakusumah (HP). Selama menempuh pendidikan DIV STAN mereka kost rumah di sekitar kampus, dan setelah lulus akhirnya kembali lagi ke KP DJBC Jakarta.

Sambil berkantor di KP DJBC, yang bersangkutan akhirnya memutuskan untuk membeli rumah di TWA lewat cara lelang BTN, tipe 21 tanah 78 (hok), yang waktu itu seharga tidak lebih dari 15 juta, yang akhirnya berangsur-angsur di rehab sehingga sudah rapih dan nyaman untuk ditinggali.

Pada saat sekarang ini telah dimutasikan ke KPBC Halim Perdanakusumah, sebagai Korlak, yang mana kadang-2 dia gak pulang lagi ke rumah di TWA, kadang-2 ke rumah mertuanya di HP. Setelah menikah tahun 1997 sampai dengan saat ini, yang bersangkutan belum dikaruniai anak.

Selamat berjuang adikku...